Surat Untuk Teman ›

Collective Amnesia of Awareness by @rarasekar

rantai sepeda dan bapak tukang becak

sore itu, setelah seharian menjadi multitalented volunteer untuk kegiatan shorea selama tiga hari berturut-turut, aku memutuskan untuk bersepeda, sekedar mencari keringat sambil mencoba sepeda baru (baru dicat ulang maksudnya). melintasi kawasan agro yang asri hingga gerbang utama kampus biru sambil mendengarkan radio. meskipun lelah, tapi bersepeda tetap membuatku bergairah, entah kenapa. 3 kali berhenti karena merasa sadelnya agak miring ke kanan, lalu stangnya agak miring ke kiri, dan karena bebunyian dari rantai. but overall, nothing bad happened.

pas mau ganti gear, tiba-tiba sreeeeeet, rantai sepeda yang baru disetting ulang itu lepas, ke arah luar, terjepit dengan pembatasnya. mana waktu itu lagi di kawasan komplek dosen dekat maskam, kan sepi tuh, karena itu rantai udah susah banget dibenerinnya, yaudin pilihannya cuma ada dua, benerin sampe tuntas atau pulang dengan ndorong sepeda. aku memilih yang pertama. 15 menit kemudian, tangan sudah penuh oli, rantainya masih tegang dan terjepit, keringat mengucur dengan derasnya, maklum keahlian montirku belum sejago mbak letty di film fast n furious.

tiba-tiba ada seorang bapak tukang becak, perawakannya hingga rambutnya mirip kayak Prof. SAA, cuma matanya agak (maaf) jereng. bapaknya pakai kemeja putih dan celana kain. agak bingung juga sih, ngapain itu bapak lewat kawasan yang sepinya begini, kalo mau nyari penumpang kan biasanya ngetem di pangkalan. trus bapaknya berhenti meminggirkan becaknya dan nanya aku, “kenapa mbak?”, “ini pak, rantainya lepas..” jelasku sambil mengelap peluh pake jilbab. “coba sini bapak bantu, jangan sampai tangan mbaknya kotor”, dalam hati “Ya ampun, ni bapak peduli banget ama kuman di tangan aku, aku sendiri aja ga peduli..” trus bapaknya mencoba membenarkan rantai sepedaku yang bergigi depan 3 dan gigi belakang 7 itu persis dengan caranya membenarkan rantai sepedanya yang ga pake gigi serempong gigi aku, maksudnya gigi sepedaku. yang ada malah bapaknya ikutan berpeluh dan agak bingung. trus karena ga tega sama bapaknya aku bilang gini, “yaudah pak, aku pulang ndorong aja, ntar tak bawa ke bengkel sepeda deket kosan aja”, e bapaknya malah menyangkal dan bilang “ini tinggal dikit lagi mba, jangan sampai mba pulangnya jalan, udah mau magrib” kemudian beliau mencari kayu kecil untuk menarik rantai yang terjepit itu, sempat terdengar bunyi azan, dan tiba-tiba cling! rantainya berada di posisinya kembali dengan sempurna.

lantas kami berdua sumringah berbarengan bak dikasih magnum 3 bungkus. setelah itu bapaknya bilang„ “mbaknya coba pakai sepedanya..”, trus aku coba dan rantainya ga mencla mencle lagi. tak luput buat minta maaf karena udah ngerepotin bapaknya plus jutaan terima kasih karena sudah membantuku dengan tulus. kemudian aku pamit duluan dan tanya bapaknya mau kemana. bapaknya cuma nunjuk ke arah maskam sambil tersenyum. maksudnya mau sholat. dia juga ngajak aku buat mampir ke maskam dulu. tapi karena masih bau ketek belum mandi dan berlumuran oli, aku pun memutuskan buat pulang ke kos yang tinggal sakslepetan doang juga nyampe. aku pun pulang dengan senyum terharu sambil berdoa semoga kebaikan bapaknya dibayar dengan surga. amin ya robbal alamin.

[Flash 9 is required to listen to audio.]
Title: Puisi Cahaya Bulan Artist: Soe Hok Gie 5 plays

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku
Kabut tipis pun turun pelan pelan di Lembah Kasih
Lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap
Kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat
Apakah kau masih akan berkata
Kudengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta

Cahaya bulan menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah kutahu dimana jawaban itu
Bagaikan letusan berapi
Bangunkanku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri
Mencari jawaban kegelisahan hati

taste buds. yang muda yang berkarya :)

u’re welcome mas :)

kuntawiaji:

Thank you very much for your feedback, Vella! I really appreciate it. :)


kireynazkiya:

my pre-order of taste buds just arrived at my boarding house.  keep up the good writing. good job mas aji and mba kinsia. keep inspiring! thanks for the book, then :)

btw there is a double paragraph at page 3. lets check again, CMIIW ;)

@ gunung api purba ngelanggeran, gunung kidul, yogyakarta.

my pre-order of taste buds just arrived at my boarding house. thanks mas kuntawiaji :)

People are afraid of themselves, of their own reality, their feelings most of all. People talk about how great love is, but that’s bullshit. Love hurts. Feelings are disturbing. People are taught that pain is evil and dangerous. How can they deal with love if they’re afraid to feel? Pain is meant to wake us up. People try to hide their pain. But they’re wrong. pain is something to carry, like a radio. You feel your strength in the experience of pain. It’s all in how you carry it. That’s what matters. Pain is a feeling. Your feelings are part of you. Your own reality. If you feel ashamed of them, and hide them, you’re letting society destroy your reality. You should stand up for your right to feel your pain.

Jim Morrison

it’s not the time for wrench way, baby.

nino, hamsterku, sedang sakit. lemas, ga mau makan, ga mau minum, paska munculnya abscess di lengan kanannya. sekitar 2 atau 3 minggu yang lalu tepat di jari-jari kaki kanannya tumbuh daging yang kata dokter itu tumor. waktu pelepasan tumor tanpa sengaja tanpa anastesi oleh dokternya, luka di kaki kanan nino mengalami bleeding, dan aku mendapatkan gigitan terkuat selama nino hidup denganku.

memang waktu itu dokternya bilang tumor itu bisa tumbuh lagi di tubuh nino, entah di bagian mana. dan benar, kini lengan kanan nino membengkak. setelah aku bawa ke rumah sakit hewan soeparwi (lagi), kata dokternya itu karena infeksi, jadi bagian yang bengkak dan terluka akibat digigit sendiri oleh nino dibalut kassa setelah dibersihkan dengan NaCl dan diolesi betadine. 2 hari kemudian kassa tersebut aku buka. memang lukanya kering, tapi bengkaknya tambah parah, bahkan mulai menyebar ke dada kanannya. sore harinya mata kanan nino tidak mau terbuka, paginya dua-dua mata nino tidak mau terbuka. akhirnya aku bersihkan mata nino dan kubuka perlahan, alhamdulillah masih mau membuka. tapi nino makin lemas, tidak mau makan, tidak mau minum, dan makanannya disemutin. terkadang ada beberapa semut-semut jahil yang naik ke punggung nino, dan saking lemasnya, nino bahkan tak kuasa tuk sekedar mengusir semut itu dari badannya, alhasil ia disemutin.

seharian ini aku cuma mengecek kondisi nino, makannya, minumnya, dan kandangnya. sudah diberi multivitamin, bubuk zoovita dan nutri plus gel, menghaluskan makanannya, mengganti dari biji-bijian yang keras dengan kecambah yang lembut, bahkan mencampur sedikit madu di air minumnya, tapi ia masih belum menunjukkan setitik semangat. akhirnya aku dan ayu mengajak nino main di taman GSP, membalut tangannya dengan plester sambil nyekokin vitamin ke mulut nino yang mestinya hewan yang sehat doyan bgt sama ini vitamin, kemudian kami menghaluskan kecambah dicampur sedikit madu kemudian kami cekokin nino, alhamdulillah dia mau menelannya walau masih kesulitan mengunyah.

sekarang nino terkapar, aku menyelimutinya dengan slayer hitam, agar dia merasa lebih hangat dan nyaman untuk beristirahat. sayangnya dia benar-benar lemas dan tak bertenaga. hasil googling mengenai penyakit hamster dan konsultasi dengan penjual petshop di ringroad utara tidak mendapatkan solusi pasti untuk kesembuhan nino. bahkan mbaknya hampir saja menyebut, “mungkin ini sudah waktunya mba..”

ah, malas kali mendengar kata-kata perpisahan. umur hamster yang sehat berkisar 2-3 tahun. bahkan nino belum berulang tahun, semestinya ia masih bisa bugar dan menggemaskan seperti biasanya. gembul dan gendut. berbulu halus dan suka jungkir balik. aku belum siap untuk kehilangan nino. ya, terdengar cengeng sekali bukan?

sekarang aku mengerti kenapa mba icha (mba kos kamar depan) tidak mau memelihara hewan apapun. bukan karena tidak suka hewan, tapi karena ia tidak suka dengan keterlibatan emosional yang terjadi antara dirinya dengan peliharaannya. tidak siap ketika sedang sayang-sayangnya, mereka meninggalkan kita segitu cepatnya.

jujur saja, melihat nino lemas tak berdaya begitu aku sedih bukan kepalang. rasanya ingin memeluk nino setiap detiknya sampai ia mampu berlari lagi, bukan melihatnya terkulai dan siap tuk lenyap dari muka bumi. biasanya kalau aku ajak dia main di kasur, dia pasti langsung berlari ke pojokan, nyelip, nyempil dan bersembunyi. sekarang, jangankan untuk bersembunyi, bergerak pun ia tak kuasa. ah, kamu harus sehat gembul !!!

mungkin sebagian orang akan menertawakanku kalau aku menceritakan ini sambil menitikkan air mata. sungguh, ini pergolakan emosi yang cukup besar bagiku. nino saksi mata dan terkadang bisu atas kehidupanku. kata ayu, ga nino ga maminya sama aja, tukang tidur, sama-sama pemalas. dan, jujur aja, memang banyak hal yang sama antara aku dan nino. walaupun kami secara fisik tidak terlalu menarik, tapi kami tidak suka menggigit, ga jahat sama strangers, menggemaskan plus ngangenin. saat aku bersedih entah habis putus dari mas r, lagi berantem sama ferry, break dan akhirnya end sama ferry, galau skripsi, bahkan bete pas lagi PMS ia juga ikutan lemas dan malas kemudian berlaku konyol menghiburku. seperti manjat sambil pup kemudian jatuh dan mundur telentang, gigit-gigitin kincir dari bawah sambil pup, makan sambil pup, tidur sambil pup, treadmill sambil pup, akhirnya tidur manis di ujung kakiku atau pasang pose manja di tanganku tanda minta dielus-elus. ah, terlalu banyak hal sedih, konyol, senang, lucu dan menggemaskan bersama nino. dan aku merindukan nino yang konyol.

kalau teringat kata mbaknya tadi, “hmm„ mungkin udah waktunya mba..” ah ngebayanginnya aja udah bikin mewek apalagi kalau kejadian beneran. aku bukan tipe orang yang tabah apabila berhadapan dengan perpisahan, apalagi kematian. tapi, kalaupun itu harus terjadi, setidaknya aku tidak harus berpisah dengan rasa penyesalan. penyesalan karena merawatnya dengan tidak baik, membiarkannya saat sakit, apalagi pasrah begitu saja saat ia harus bertemu ajal. walaupun ia sudah melihat langsung butiran air mataku yang tak tega melihatnya lemas tak berdaya, bukan berarti aku membiarkannya merana. walaupun aku tak mengerti bahasa hamster, setidaknya aku sudah berusaha yang terbaik baginya. dan itu bukan perlakuanku di detik-detik terakhirnya, tapi upaya pencapaiannya atas kesehatannya. itu yang aku camkan.

cepat sehat nino, mama miss u baby <3

mohon doanya untuk kesembuhan nino ya…

#nino  

my future house (?)

(via clongetch)

[Flash 9 is required to listen to audio.]
Title: Everyday is a Winding Road Artist: Sheryl Crow 11 plays

I hitched a ride with a vending machine repair man
He says he’s been down this road more than twice
He was high on intellectualism
I’ve never been there but the brochure looks nice

Jump in, let’s go
Lay back, enjoy the show
Everybody gets high, everybody gets low,
These are the days when anything goes

Everyday is a winding road
I get a little bit closer
Everyday is a faded sign
I get a little bit closer to feeling fine

He’s got a daughter he calls Easter
She was born on a Tuesday night
I’m just wondering why I feel so all alone
Why I’m a stranger in my own life

Jump in, let’s go
Lay back, enjoy the show
Everybody gets high, everybody gets low
These are the days when anything goes

Everyday is a winding road
I get a little bit closer
Everyday is a faded sign
I get a little bit closer

Everyday is a winding road
I get a little bit closer
Everyday is a faded sign
I get a little bit closer to feeling fine

I’ve been swimming in a sea of anarchy
I’ve been living on coffee and nicotine
I’ve been wondering if all the things I’ve seen
Were ever real, were ever really happening

Everyday is a winding road
I get a little bit closer
Everyday is a faded sign
I get a little bit closer

Everyday is a winding road
I get a little bit closer
Everyday is a faded sign
I get a little bit closer to feeling fine

*zzZZZzzz

#nino  

Seorang anak Adam sebelum menggerakkan kakinya pada hari kiamat akan ditanya tentang lima perkara: (1) Tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya; (2) Tentang masa mudanya, apa yang telah dilakukannya; (3) Tentang hartanya, dari sumber mana dia peroleh dan (4) dalam hal apa dia membelanjakannya; (5) dan tentang ilmunya, mana yang dia amalkan.

(HR. Ahmad)
#hadist  
[Flash 9 is required to listen to audio.]
Title: That Home (extended) Artist: The Cinematic Orchestra 60 plays

benlaksana:

(Other than songs by Noah and the Whale, this is one of my favorite songs when I want to just sit back and relax)

A few days ago me and Rara had a rather nice and uplifting conversation via Skype. She was sharing her worries and disappointments about her life now, as a fresh graduate looking for a job. She was looking for a job that suited her wants and needs and unfortunately she hasn’t found one. She’s incredibly smart and talented but as a fresh graduate, with minimal real working experience it is hard to find a job that actually suits you (i.e. doesn’t treat you like slaves, salary adequate etc). I told Rara to calm down, and accept all this as a part of life and that there is no need to rush through it, take your time. Do the best but if it is not your time, then it is not your time.

I’m telling you this because I know deep down we all are afraid of growing up. Because growing up is not just about adding another year to your age, but it is about understanding that your dependance towards your family has lessen and your responsibilities has grown. You are now forced to be independent, to work things out on your own, to stand on your own two feet and to be brave about it. It is scary because we know how scary this world is, how horrible people can be, how harsh your life can get and now we have to face all that. And for many of us, we have to face this alone.

I know how frightening it is to grow up. I know how it feels to grow up. I know how much you want this and that, to do this and that and to become this and that. You sometimes see your friends who graduated the same year as you but have already become more successful than you, you become jealous, angry but most of all you become afraid of your own future. There is this uncertainty that makes you insecure. I know how that feels.

I know how it feels to deeply fail, not only fail yourself but fail the people you love. I know how it feels to lose someone you love, someone who you think will always be there for you. I know how it feels to be alone. I know that feeling of being lonely even in your own house. I know how it feels to want something incredibly bad but you are powerless to do anything about it. I know how ugly people can get when it comes to money, pride, ego and even love. 

I know how terrifying this world can get.

So what Ben? Ok, you know all this, you’ve experienced it. So what? What message do you have for us? 

My message is simple, everyone one of you have or will experience what I have experienced. You will suffer in one way or the other. You will suffer one day, so greatly that you wish it was all dream. Think about that. However magnificent your life is right now, the reality is that someday you will experience the loss of someone you love, the deep regret of an action that you’ve done or wanted to do but wasn’t carried out, immense sadness and pain that forces you to be on your knees and beg to God, or anyone you believe in to relieve you of this sadness. You will also experience anger like you’ve never felt before. 

You will at some point in your life, experience all this suffering and you will try to run away from it using anything. Prayer, friends, alcohol, sex, drugs, music, therapy, anything. 

Yet if you are willing to accept and understand that this is life, life is suffering and let me face this suffering then you will no longer run away from it but you will learn from it. It will be profound and it will change you to the core of your being. You will see this world differently. You will understand yourself more deeply. And will embrace suffering and even perhaps revel in it.

To mature, to grow up is to understand that there is more to life than your job, your nationality, your religion, your ego, anger, sadness, love, happiness, there is much more to life than just to be preoccupied with the worries of your future and the regrets of your past.

It is these things that you must think about when you add another year to your age.

If you the reader of this post, meet me someday, and you look into my eyes, you will see the eyes of a man that has looked at death and loss. You will see the eyes that have witnessed much personal pain. Much suffering.

But, you will also see a man that has learned much from what his eyes has seen.

Live life. Learn from life.

bagiku, hal paling romantis di dunia ini yaitu sholat berjamaah yang ditutup dengan salim penuh maaf dan cinta setelahnya.

:)